Memenangkan Sengketa Tanah

Siapapun pasti tidak ingin terlibat dalam sengketa tanah yang melibatkan seorang pejabat pemerintah sebagai lawannya. Apalagi saya yang notabene tidak punya koneksi apa-apa. Tapi terkadang nasib memang tidak boleh dipilih.

Sekitar dua bulan lalu seseorang memindahkan batas tanah yang dimilikinya hingga memakan hampir setengah tanah warisan keluarga saya. Berhubung dia seorang pejabat agraria, tidak sulit pastinya untuk membuat sertifikat tanah yang menegaskan bahwa tanah yang dibatasinya tersebut memang bukan milik saya. Sementara di lain pihak, satu-satunya bukti bahwa tanah tersebut masih milik keluarga besar saya adalah letter C yang entah berada dimana tempatnya sekarang. Tak pelak, kami terancam kehilangan hak atas lahan yang sudah keluarga kami miliki selama beberapa generasi.

Tak ingin ikut kalut seperti saudara-saudara saya yang lain, saya memilih  untuk mencari petunjuk Allah dengan mengamalkan Ayat Seribu Dinar. Biarlah mereka mencari pertolongan kesana-kemari, saya lebih suka mengamalkan ayat suci dibawah bimbingan Ustadz Masrukhan, seorang konsultan spiritual yang saya hubungi beberapa waktu lalu lewat telepon.

Entah murni berkah atau sebuah keajaiban, suatu malam setelah mengamalkan Ayat Seribu Dinar tiba-tiba muncul keinginan saya untuk memeriksa barang-barang peninggalan kakek yang selama ini keluarga saya simpan di gudang belakang. Saya sendiri tidak tahu dari mana datangnya dorongan untuk mengulik benda-benda yang pastinya sudah lapuk dan berdebu. Tapi firasat baik dalam hati saya ternyata lebih kuat daripada rasa penasaran itu, sehingga saya pun berjalan tengah malam tersebut dan membuka sebuah tas kulit tua yang permukaannya sudah nyaris tak berbentuk lagi. Di dalam tas kusut tersebut saya menemukan foto-foto tua dan beberapa lembar surat cinta yang barangkali dulu ditulis almarhum kakek untuk mendiang nenek. Lalu betapa terkejutnya saya ketika mendapati selembar bukti kepemilikan tanah terselip diantara berlembar-lembar surat cinta tersebut. Subhanallah…sampai merinding jari jemari saya.

Singkat cerita, dengan ditemukannya bukti kepemilikan tersebut kami sekeluarga akhirnya berani membawa kasus ini ke meja hijau dan  memenangkan sengketa tersebut secara penuh. Alhamdulillah…

 

Vina A. Wamena

 

“Disclaimer : Kisah Testimonial ini hanya sebagai referensi dan hasil yang diperoleh Setiap Orang dapat berbeda”