Meramaikan Bisnis Rumah Makan

Saya sempat tak habis pikir, bagaimana bisa restoran atau rumah makan yang rasa masakannya sering dibilang ‘biasa-biasa saja’ tetap bisa berdiri dan laris manis didatangi pembeli selama sekian tahun, sedangkan rumah makan yang saya dirikan sejak tiga tahun silam masih terus sepi pengunjung sampai sekarang. Padahal kemampuan memasak saya tidaklah ‘biasa-biasa saja’. Beberapa perlombaan memasak telah sukses saya menangkan di berbagai kesempatan, namun nyatanya mengaplikasikan bakat memasak ke dunia bisnis memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Entah karena bersimpati atau justru karena sudah lelah mendengar keluh kesah saya, seorang teman menyarankan agar saya mulai mengamalkan Ayat Seribu Dinar. Saya bilang saja sejujurnya kalau saya tidak memiliki guru pembimbing, dan tidak tahu juga mau mencari kemana. Oleh teman saya ini saya kemudian dikenalkan dengan seorang guru ilmu hikmah yang berkantor di Kudus, Jawa Tengah. Guru Ilmu Hikmah ini bernama Ustadz Masrukhan. Beliaulah yang setelah itu mengajarkan pada saya Amalan Seribu Dinar beserta laku tirakatnya.

Di bawah bimbingan Ustadz Masrukhan saya menemukan banyak keajaiban terkait usaha rumah makan yang saya rintis. Usaha yang sebelumnya sepi kini berubah ramai. Pelanggan datang silih berganti, hingga dalam beberapa bulan saja saya harus menambah karyawan hingga belasan orang. Pemasukan saya berlipat puluhan kali sehingga berlipat pula sedekah yang dapat saya keluarkan untuk membantu para fakir miskin dan anak-anak terlantar. Semoga kelancaran rezeki ini dapat saya nikmati sampai akhir hayat nanti, karena dengan demikian lebih lapanglah kesempatan bagi saya untuk terus beramal dan membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Amin.

 

Ana Widhuri – Sambas

 

“Disclaimer : Kisah Testimonial ini hanya sebagai referensi dan hasil yang diperoleh Setiap Orang dapat berbeda”