Merealisasikan Impian Dengan Ayat Seribu Dinar

Bagi seorang jebolan pondok pesantren seperti saya, mendirikan madrasah adalah sebuah impian. Tapi sayangnya secara finansial saya bukanlah orang yang berkecukupan, apalagi sampai mampu mendirikan sekolah berbasis Islam. Telah sering saya mengutarakan keinginan saya ini pada sejumlah orang, termasuk diantaranya adalah Ustadz Masrukhan. Beliau adalah seorang ahli spiritual yang saya temui ketika tengah berziarah ke makam Sunan Muria beberapa waktu silam.

Ustadz Masrukhan berpendapat bahwa keinginan saya bisa saja terlaksana. Di kota kelahiran saya ada banyak pabrikan besar yang pasti bersedia membantu asalkan saya dapat membuat proposal yang meyakinkan. Belum lagi pemerintah setempat juga menyediakan anggaran untuk meringankan beban operasional sekolah-sekolah swasta. Tetapi untuk mendapatkan semua kemudahan itu tentunya tidak mudah, apalagi saya sama sekali tidak memiliki koneksi.

Untungnya Ustadz Masrukhan dengan bijak menyarankan agar saya tidak putus asa dan mulai mengamalkan Ayat Seribu Dinar sebagai usaha batin saya. Kemudian saya jawab bahwa saya sudah lama mengamalkan Ayat Seribu Dinar, tapi tetap saja belum nampak perubahannya. Sambil tersenyum Ustadz Masrukhan berkata bahwa barangkali saya belum  menata hati dengan benar, lalu diajarkannya pada saya Amalan Seribu Dinar yang berbeda dari yang biasanya saya amalkan.

Ternyata benar, Amalan Seribu Dinar baru akan bermanfaat jika kita bisa menata hati dengan taqwa dan tawakal. Sejak mengamalkannya dibawah bimbingan Ustadz Masrukhan, saya seperti diberi petunjuk lewat segala jalan. Tak lama berselang proposal yang saya susun disetujui oleh beberapa pihak swasta dan pembangunan madrasah yang telah lama saya idam-idamkan bisa segera dimulai dalam waktu dekat ini. Insyaallah.

 

Moh. Akbar – Probolinggo

 

“Disclaimer : Kisah Testimonial ini hanya sebagai referensi dan hasil yang diperoleh Setiap Orang dapat berbeda”